Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

Sunday, May 5, 2019

Video Viral Pemotor Nyasar Masuk Gerbang Tol Bogor 2



Sebuah video beredar viral di media sosial. Dalam video tersebut, pengendara motor matic diduga tersesat hingga hendak masuk ke Gerbang Tol Bogor 2.

Video tersebut diabadikan oleh pengemudi mobil yang hendak masuk ke GT Bogor 2. Beberapa wanita berbahasa Sunda yang ada di dalam mobil terheran-heran melihat motor hendak masuk tol.

"Eta kakarak da nempo, ieu los maksudna? (baru kali ini melihat, ini lolos saja gitu, red)," ujar seorang wanita di dalam mobil, seperti dilihat detikcom di akun Instagram TMC Polres Bogor, Minggu (5/5/2019).

Pemotor tersebut menggunakan helm, berjaket, celana jins dan sandal jepit. Motor tersebut tidak dilengkapi dengan pelat nomor di bagian belakang.

Melihat 'keanehan' itu, seorang wanita di dalam mobil tersebut kemudian meminta sopir untuk menegur pemotor tersebut. Wanita tersebut menduga pemotor tersebut tersesat dan tidak tahu jalan.

"Sugan teu nyahoeun rek kamana, mang rek kamana mang? (Mungkin tidak tahu mau ke mana, paman mau ke mana paman?)," ujar wanita tersebut begitu mobil mendekati motor.

Setelah ditegur pengemudi mobil, pemotor tersebut lalu berhenti. Dia lalu menanyakan arah Jalan Otista.

"Ari jalan ka jambatan Otista di mana? (Kalau jalan ke Jembatan Otista di mana, red)," tutur pria tersebut.

Video tersebut beredar viral di media sosial. Belum diketahui kapan peristiwa itu terjadi.

Akun Instagram TMC Polres Bogor memposting video itu sekitar 4 jam yang lalu. "Mungkin dia tersesat dan tak tau arah pulang," tulis akun TMC Polres Bogor pada caption.

Sumber : Detik

Hujan Es dan Pohon Tumbang Warnai Akhir Pekan di Bogor


Hujan batu es disertai angin kencang menerjang wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (5/5/2019) sekitar pukul 14.30 WIB tadi.

Sejumlah pohon bertumbangan akibat peristiwa ini, meski belum diketahui jumlah pasti kerusakan akibat kejadian ini. sejumlah pohon tumbang terjadi di Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR), hingga menutup akses jalan menuju kawasan wisata The Jungle Waterpark dari kedua arah.

Bahkan, satu unit mobil minibus yang tengah melintas pun nyaris tertimpa pohon. Tiang bendera di sekitar lokasi itu pun roboh dan pohon di dalam area The Jungle Waterpark ikut tumbang dan menimpa pagar serta kolam ikan.



“Banyak atap kayak keangkat. Anginnya kencang banget. Pohon sama tiang bendera juga roboh,” kata salah satu karyawan The Jungle Waterpark, Ayu.

Saat angin kencang terjadi, para pengunjung maupun karyawan diminta pihak manajemen tetap berada di dalam ruangan, untuk menghindari jatuhnya korban.

“Nggak boleh keluar ruangan sebelum situasi aman,” kata Ayu.

Humas The Jungle Waterpark, Dining Puji Kuntaro memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Pohon yang tumbang berada persis di belakang kantor marketing,” katanya.

Pihak The Jungle pun langsung coba mencari tahu kerusakan bangunan akibat terpaan angin kencang itu.

Menurutnya, setiap terjadi hujan lebat disertai petir, pihak manajemen mengeluarkan kebijakan melarang pengunjung The Jungle Waterpsrk tidak bermain di wahana atau berenang.

“SOP kami seperti itu. Alhamdulillah tidak ada korban,” katanya.

Di tempat terpisah, hujan es disertai angin kencang juga terjadi di Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Menurut warga, es yang berjatuhan dari langit berukuran sebesar batu kerikil.

“Awalnya mendung hitam pekat, kemudian terjadi angin kencang disertai hujan es,” kata Angga (23) warga sekitar.

Namun, kata dia, hujan es tersebut hanya berlangsung beberapa menit. Begitu ada hujan es, beberapa warga sempat keluar rumah untuk menyaksikan butiran-butiran es yang berserakan di halaman rumah jatuh dari langit.


Sumber : PojokSatu

Kebakaran Rumah Makan Simpang Raya Bogor di Baranangsiang


Rumah Makan Simpang Raya Bogor di Baranangsiang terbakar, Minggu (5/5/2019) siang.

Tampak rumah makan Padang itu terbakar dengan kepulan asap hitam keluar dari bagian atas bangunan.Api melahap seluruh bagian atas restoran berlantai tiga itu.

Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran pun diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api.

Pegawai rumah makan dibantu warga berusaha memadamkan api dengan mengguyurkan air.

“Iya yang terbakar Simpang Raya Baranangsiang. Ini sedang dalam penanganan,” kata Kabid Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Marse Hendra Saputra.

Karyawan Restoran Simpang Raya, Erik (24) menceritakan kepanikan saat api melalap lantai 3 rumah makan nasi Padang tersebut.

Menurut Erik, saat kebakaran terjadi, restoran cukup ramai dipadati pengunjung karena memang bertepatan dengan jam makan siang.

Seorang pegawai restoran, Yopi (25) mengatakan, api berasal dari tempat mess pegawai yang berada di lantai tiga. Kata Yopi, saat kebakaran, suasana restoran sedang penuh oleh pengunjung yang sedang makan siang.

"Kejadiannya tadi jam 1 kurang. Terus ada yang teriak kebakaran, saya cek, ternyata benar. Panik, pada lari semua, ketakutan" kata Yopi, di lokasi.

Pegawai lainnya, Angga (23) menyebut, asap pertama kali keluar dari salah satu kamar pegawai di lantai tiga. Saat itu, penghuni kamar tersebut sedang pergi ke pasar.

"Saat kebakaran, ada beberapa pegawai yang masih tidur di kamar mess lantai tiga. Terus semuanya langsung turun, keluar," sebutnya.

“Saya nggak tahu. Bukan dari dapur dan bukan dari kompor. Tiba-tiba ada api lumayan besar. Kita coba mau padamkan, tapi nggak kuat. Terus kita keluar,” kata Erik seperti dikutip dari pojokbogor.com.

Dia mengungkapkan, lantai 3 restoran merupakan tempat tidur atau mess karyawan restoran.

“Saya mah lagi tidur. Tiba-tiba api sudah besar. Karena disitu banyak baju karyawan sama banyak triplek sama kayu-kayu,” katanya.

Sementara itu, salah satu petugas pemadam kebakaran, Jaelani menuturkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.

Petugas, sudah melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.

"Semua yang ada di lantai tiga sudah hangus terbakar," tutur dia.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Akibat kejadian ini arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan.
 

Seluruh pegawai termasuk pengunjung langsung menyelamatkan diri ketika api mulai membakar restoran padang tersebut.




sumber : Radar Bogor


 

Monday, September 25, 2017

Langkah Jokowi Bangun Double Track Bogor-Sukabumi



Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Bogor-Sukabumi. Pembangunan jalur ganda kereta api tersebut ditargetkan dimulai tahun ini dengan perkiraan dana Rp 400 miliar.





Menurut Budi Karya, latar belakang mengapa Jokowi ingin ada double track Bogor-Sukabumi karena faktor lalu lintas. Sebab dari catatannya, perjalanan Bogor-Sukabumi dengan mobil bisa memakan waktu 4-5 jam.

"Kita lihat background traffic Sukabumi-Bogor sangat padat, sehingga di beberapa tempat terjadi kemacetan. Waktu tempuh kan 4-5 jam padahal cuma 50 kilometer. Ini unbelievable (tidak dapat dipercaya)," ujar Budi Karya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (3/9/2017).


 Plt Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Umiyatun Haryati Triastuti mengungkapkan, pihaknya akan melakukan survei langsung terlebih dahulu mengenai kesiapan lahan. Selanjunya, pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Bogor-Sukabumi juga akan diikuti beberapa tahapan hingga konstruksi.

"Akan dilakukan survei langsung karena kesiapan lahanya. Tentunya semua prosedural harus melakukan basic design, engineering design dan segala macam harus dilakukan, enggak mungkin ujuk-ujuk dibangun," tutur Umiyatun dalam jumpa pers Proyek Strategis Nasional di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2017).

Pembangunan jalur ganda kereta api tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya ke angkutan kereta api. Sehingga masyarakat memiliki alternatif transportasi dari Bogor menuju Sukabumi dan sebaliknya.

"Jadi supaya kita bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang selama ini mungkin perjalanan bisa 9 jam saat sibuk dan macet. Mungkin dengan alternatif kita membangun kereta api dan meningkatkan semacam parsial double track yang kapasitas dari daya angkut kereta api lebih baik lagi," ujar Umiyatun.

"Intinya untuk meningkatkan kapasitas dari pelayanan angkutan Bogor Sukabumi karena melihat beban di jalan sudah tidak layak lagi," tambah Umiyatun.

Umiyatun menambahkan, pembangunan rel ganda kereta api (double track) Bogor-Sukabumi akan segera dimulai untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dari Bogor menuju Sukabumi dan sebaliknya.

"Tetap program itu akan kita dukung sudah pasti karena sudah menjadi kebijakan dan melihat potensi dari kebutuhan masyarakat sudah demikian urgent untuk dibantu," kata Umiyatun.


Faktor lain adalah kurangnya sarana dan pra sarana. Budi Karya menilai Sukabumi adalah kota industri, namun memiliki moda transportasi yang terbatas.

"Memang kekurangan sarana pra sarana dan banyak industri tapi moda angkutan terbatas," ucapnya.

Selain itu, Budi Karya juga sudah memperhitungkan jumlah perjalanan dan peningkatan jumlah penumpang yang bisa diangkut dari adanya double track Bogor-Sukabumi. Dari hitung-hitungannya, dalam sehari akan ada 10 kali perjalanan kereta. Sementara untuk jumlah penumpang bisa naik 8% dari saat ini yang hanya 5 persen penumpang yang menggunakan kereta Bogor-Sukabumi.

"Sekarang ini yang gunakan kereta hanya 5 persen. Kalau bisa tingkatkan penggunakan kereta, sampai 6-8 kali lipat, bisa 40 persen," tutupnya. 

Sumber Detik

Groundbreaking Rel Ganda Bogor-Sukabumi 10 November



Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan berencana melaksanakan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi. Momen tersebut dikabarkan akan berlangsung pada 10 November 2017.

Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, kebutuhan dana pelaksanaan proyek ini bakal bersumber dari APBN dengan nilai Rp 400 miliar. Menhub menjelaskan, pelaksanaan groundbreaking jalur ganda sepanjang kurang lebih 50 kilometer (Km) tersebut, merupakan usulan yang diajukan Kementerian Perhubungan (Kemhub) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Dibangun segera mulai tahun ini. Tanggalnya, kami usulkan pada 10 November, tapi nanti kita bicarakan kembali,” kata Budi Karya di Jakarta, Senin (11/9).

Tahun ini, kata Budi, Kemhub mengalokasikan anggaran senilai Rp 50 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp 350 miliar disiapkan dalam APBN 2018. Pembangunan jalur ganda ini, kata Budi Karya, diharapkan mempercepat waktu tempuh antara Bogor – Sukabumi. Pasalnya, lanjut dia, pengadaan rel bakal ditunjang dengan elektrifikasi. Selain itu, pembangunan jalur ganda pun disiapkan dengan desain yang minim tikungan.

Sumber IndonesiaOversight

Monday, June 19, 2017

Jokowi to host lunch for Obama at Bogor Palace

President Joko “Jokowi” Widodo is inviting former United States president Barack Obama to lunch at the Bogor State Palace on June 30.

Presidential spokesman Johan Budi confirmed on Tuesday that the invitation had been delivered to the 44th US president.

In a highly anticipated visit, Obama is scheduled early next month in Jakarta to deliver his first speech in Asia since leaving office. He is expected to speak about globalization and pluralism.

Obama is set to open the fourth Indonesian Diaspora Congress held by the Indonesia Diaspora Network Global (IDNG), for which more than 6,000 Indonesians who live abroad have registered to attend. It will be held at Kota Kasablanka Mall in South Jakarta between July 1 and 4.

The speech is not the only item on Obama’s agenda while he is in Indonesia. Muhammad Anshor, the Foreign Ministry’s director general for American and European affairs, said Obama would also be on vacation in Indonesia shortly before the event.

It will be the second visit for Obama to his childhood home after his memorable presidential visit in 2010, during which he charmed thousands at the University of Indonesia (UI) in Depok, West Java, with his speech.

During the visit, Obama and first lady Michelle Obama also visited Istiqlal Grand Mosque in Central Jakarta as a symbolic gesture to reach out to the Muslim world.


Sumber

Thursday, April 27, 2017

Ini Dia 5 Oleh-oleh "Kekinian" dari Bogor

Selain Bandung, Bogor juga menjadi kota favorit warga Jakarta untuk liburan. Selain Jakarta, turis yang liburan di Bogor biasanya juga berasal dari Bodetabek dan Bandung.

Bogor memang menyuguhkan banyak destinasi wisata, dari alam hingga kuliner. Warga kota ini pun terkenal kreatif dalam hal makanan. Tak heran, banyak oleh-oleh "kekinian" yang bisa dijadikan referensi buah tangan. Berikut KompasTravel rangkum beberapa rekomendasi oleh-oleh khas Kota Hujan.

1. Bogor Raincake

Bogor Raincake diprediksi akan menjadi oleh-oleh kekinian dari Bogor. Bogor Raincake sendiri merupakan sebuah toko kue yang didirikan oleh salah satu artis tanah air, Shireen Sungkar.

Baru dibuka pada tanggal 8 April 2017, Bogor Raincake sudah mendapatkan banyak pesanan bahkan hingga sold out.

Bogor Raincake sendiri diambil dari nama rain yang berarti hujan, ini menandakan bahwa Bogor merupakan kota hujan. Saat ini terdapat 4 varian rasa Bogor Raincake yang bisa Anda nikmati, yakni Red Taro, Cheese Vanilla, Greentea Ovomaltine dan Crispy Peanut.

2. Kacang Bogor Istana

Ada salah satu kacang yang unik yang mungkin hanya tumbuh di Bogor. Kacang ini disebut sebagai Kacang Bogor oleh warga setempat. Sekilas kacang ini berbentuk seperti kacang tanah atau kacang kedelai, namun ternyata bukan.

Kacang Bogor mempunyai bentuk yang bulat dan warna yang unik, yakni Ungu. Konon kacang ini hanya dapat tumbuh pada bulan-bulan tertentu saja, yaitu dari Februari – April. Tak perlu khawatir bagi Anda yang ingin membawa oleh-oleh Kacang Bogor ini.

Anda bisa mencari Kacang Bogor dengan merk Istana yang dapat dengan mudah ditemui. Anda dapat membeli Kacang Bogor Istana ini mulai dari harga Rp 17.500.

3. Strudel Bogor

Bagi orang Indonesia pada umumnya mungkin nama strudel terdengar asing. Namun bagi pecinta kue atau pastry, strudel bukan lagi hal baru. Strudel merupakan kue lapis asal Jerman dan Austria yang biasanya berisi apel.

Di Bogor, ternyata juga ada kue strudel. Namun yang membedakan strudel Bogor dengan lainnya adalah isinya, strudel Bogor menggunakan talas, asinan, martabak hingga bakso.

Bila Anda ingin berburu strudel Bogor, Anda bisa mengyambangi Toko Jumbo (Jumpa Bogor) yang berada di Jalan Padjajaran No. 78K. Harga per bungkusnya ditaksir mulai dari Rp 45.000 – Rp 55.000.

4. Batik Bogor

Bogor tak hanya identik dengan makanannya saja. Anda juga bisa membeli oleh-oleh berupa batik kepada orang tercinta di rumah.

Motif batik Bogor sangat beragam, yakni sekitar 90 motif yang bisa Anda buru. Batik dengan motif hujan merupakan motif yang kerap kali diburu oleh wisatawan karena motif ini sangat menggambarkan Bogor.

Untuk berbelanja batik khas Bogor, Anda dapat mengunjungi salah satu toko Batik Bogor Tradisiku di Jalan Jalak Nomor 2, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Selain di toko ini, batik Bogor juga tersebar di beberapa pusat perbelanjaan di Bogor.

5. Bolu Lapis Sangkuriang

Satu lagi oleh-oleh yang populer di Bogor, yakni bolu lapis sangkuriang. Bolu ini terbuat dari talas Bogor yang sangat populer dan identik dengan warna Ungu dan kuning.

Jika Anda membeli bolu ini, Anda bisa menambahkan berbagai topping, yakni keju, choco chip dan rainbow chip. Ingin segera membeli bolu lapis sangkuriang? Anda bisa bertolak ke tokonya yang terletak di Jalan Raya Sholeh Iskandar, Bogor.(Kompas)

Sumber

Hikers struck by lightning in Bogor

Three hikers were struck by lightning on Mount Kencana in Bogor, West Java, resulting in burns to up to 50 percent of their bodies.

Bekasi residents Saepul Anwar, 22, Muhammad Iqbal,17, Rizal Arkowi,21, were on the mountain slope when lightning struck on Monday evening.

Iqbal suffered the most severe burns and is being treated at Cibereum Hospital in Bogor. 
"Iqbal suffered burns to approximately 50 percent of his body," Saepul said Tuesday as quoted by wartakota.tribunnews.com. 

According to Saepul, he and 11 friends planned to hike on the slopes of Mount Kencana on Monday, which was public holiday.

However, they used a tarpaulin to shelter from a heavy afternoon downpour. Nine of them took shelter under the tarpaulin and were safe. The other three were threw a few meters by the lightening.  (The Jakarta Post)

Sumber

Friday, November 18, 2016

Menghilang Dua Hari, Seorang Kakek di Kota Bandung Ditemukan Tewas di Sumur

nafis Polrestabes Bandung mengevakuasi jenazah seorang kakek berusia 59 yang ditemukan tewas mengambang dalam sumur 12 meter di Cisaranten, RT 04/RW 05, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik Kota Bandung, Kamis (17/11/2016).

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Sempat dilaporkan hilang selama dua hari, seorang kakek berusia 59 ditemukan tewas mengambang dalam sumur 12 meter yang berada di dalam rumahnya sendiri. Penemuan mayat kaku itu sontak membuat geger warga Cisaranten, RT 04/RW 05, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik Kota Bandung, Kamis (17/11/2016).

Cahya Andia ditemukan anaknya sendiri, setalah dua hari dicari-cari. Hal itu diungkapkan Kakak kandung korban, Rasidi (67). Ia menjelaskan, korban tidak ada di rumah atau dinyatakan sementara hilang oleh pihak keluarga pada Selasa (15/11/2016), sekitar pukul 10.00 WIB, alasanya kepergian korban dari rumah tidak diketahui siapapun bahkan izin kepada sang istri.

“Sore hari dan malam di hari Selasa (15/11) pihak keluarga sudah mencari-cari ke sana kemari dan bingung juga mau mencari kemana karena tidak pamit,” jelasnya saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (17/11).

Selang dua hari kemudian korban yang diketahui berprofesi buruh lepas ditemukan sudah mengambang di dalam sumur sekitar pukul 11.30 WIB Kamis (17/11/2016). Menurut Rasidi, korban ditemukan ketika anak korban hendak mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat dhuhur.

“Tadi malem juga (Rabu 16/11,red) kami masih mencari korban hingga pukul 03.00 WIB tapi hasilnya nihil dan sekitar pukul 09.00 WIB kami baru datang ke Polsek Arcamanik membuat laporan kehilangan. Tetapi selang beberapa jam, mayat korban ditemukan,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Radar Bandung, sebelum korban meninggalkan rumah sempat berbincang dengan para tetangga sekitar pukul 06.00 WIB, tidak ada gelagat aneh ataupun gerak-gerik yang mencurigakan.

Selain itu, korban juga saat itu dalam kondisi tidak sehat dan sering mengeluhkan sakit kepala serta mengalami masalah penglihatan (mata rabun) selain itu juga korban memiliki penyakit jantung.

Sementara itu, Kapolsek Arcamanik Kompol Asep Saepudin menjelaskan, pihaknya baru mendapat laporan kehilangan warga RW 05 sekitar pukul 09.00, lantas dirinya bersama anggota yang lain melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap korban.

“Saat anggota kami sedang menyisir lokasi ada laporan masuk sekitar pukul 11.30 ada korban tenggelam di dalam sumur, setelah dilakukan pengecekan ternyata korban tenggelam adalah Cahya Andia,” ungkapnya.

Asep mengungkapkan, informasi sementara korban yang terperosok masuk ke dalam sumur sedalam 12 meter dan tinggi air sekitar 10 meter dari muka sumur diakibatkan karena terpeleset atau jatuh. Terkait apakah tewasnya korban disebabkan kekerasan atau penyebab lain, lanjut Asep, masih diselidiki.

“Memang benar informasinya korban sedang sakit dan sering pusing. Sementara kami masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan informasi,” timpalnya. 

sumber : pojokjabar.com

Thursday, November 17, 2016

Sungai Citarum Ngamuk, Pemuda di Cihea Cianjur Tersengat Listrik

DIRAWAT: Akibat tiang listrik yang ambruk, Imat mengalami sejumlah luka dan harus menjalani perawatan medis di RS Yudistira, Bandung.
POJOKJABAR.com, CIANJUR – Sungguh naas nasib yang menimpa, Imat (22) warga asal Kampung Bantarcaringin RT02/RW10, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi. Akibat derasnya aliran Sungai Citarum, satu unit tiang listrik ambruk diterjang luapan air Sungai Citarum. Kejadian tiang listrik yang roboh itu terjadi sekitar pukul 19:30 WIB pada (11/11/2016).

Kabel tiang listrik yang ambruk itu ternyata melilit tangan kiri Imat dan membuat tangan Imat terbakar. Hingga kemarin, Imat masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Yudistira, Bandung.

Salah satu anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Cianjur, Handri Setia Budi menyebutkan, hingga kemarin, Imat masih terbaring lemas di RS Yudistira, Bandung.

“Kejadian secara tiba-tiba, hingga kabel listrik jatuh dan menimpa salah satu warga pas ada di depannya,” ujarnya diamini beberapa warga lainnya saat ditemui di lokasi, Rabu (16/11/2016) siang.

sumber : jabar.pojoksatu.id